Perbedaan Export Dan Import

//Perbedaan Export Dan Import

Perbedaan Export Dan Import

Perbedaan Export Dan Import – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ekspor merupakan pengiriman barang dagangan ke luar negeri. Namun dalam isitilah kepabeanan yang tercantum pada Undang – Undang No. 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan, ekspor adalah kegitan mengeluarkan barang keluar daerah pabean. sedangkan impor adalah pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri. Sedangkan menurut istilah kepabeanan dalam UU No. 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan, impor merupakan kegiatan memasukan barang kedalam daerah pabean.

Daerah Pabean merupakan wilayah suatu negara yang mencakup wilayah darat, perairan, dan ruang udara, juga tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen. Setiap kegiatan pasti memiliki tujuannya dan fungsi masing-masing.

Tujuan Export

  • Memperluas pasar produksi
  • Menjaga kestabilan kurs valuta asing
  • Meningkatkan produktivitas usaha dalam negeri

Tujuan import

  • Memenuhi kebutuhan dalam negeri
  • Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Mengurangi biaya produksi barang tertentu

Manfaat export

  • Menambah Pendapatan Devisa Negara
  • Semakin eratnya hubungan antarbangsa
  • Mendapatkan laba dari memperluas jangkauan pasar
  • Memperluas kesempatan kerja

Manfaat import

  • Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Mempermudah konsumen dalam memenuhi kebutuhan
  • Saling membantu serta memenuhi kebutuhan antarnegara
  • Mendapatkan bahan baku untuk usaha.

Perbedaan Antara Export Dan Import

1. Pengiriman Barang

Katakanlah salah satu perusahaan di Indonesia mengirim kopi instan ke pelanggannya yang berada di Inggris. Dalam hal ini kopi tersebut adalah barang ekspor bagi si perusahaan Indonesia, sedangkan kopi tersebut juga dapat dikatakan barang impor apabila dari perspektif pelanggan di Inggris.

2. Pelaku Ekspor atau Impor

Ekspor dapat dilakukan oleh siapa saja yang mampu memperjualkan barang atau produknya ke luar negeri. Pelaku ekspor sendiri biasanya ialah perusahaan-perusahaan, individu, ataupun industri kecil di dalam negeri. Walaupun tidak semua produsen yang benar-benar memahami bagaimana prosedur ekspor, namun para pelaku ekspor ini dapat memanfaatkan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa ekspor tersebut, seperti perusahaan Freight Forwarder, perusahaan PPJK, perusahaan EMKL ataupun dengan mengandalkan Mister Exportir untuk membantu jalannya ekspor. Pelaku Impor sendiri biasanya individu, masyarakat, perusahaan, ataupun negara dengan instansi teknik atau lembaga yang berwenang. Hal ini dikarenakan demi memenuhi kebutuhan di dalam negeri yang tidak dapat di prosuksi di dalam negeri, contohnya gandum.

3. Kepengurusan Dokumen

Secara umum importir biasanya mengurus invoice, asuransi apabila asuransi yang digunakan ditutup di luar negeri, letter of credit ataupun sistem pembayaran lainnya yang digunakan sesuai ketentuan eksportir dan importir, dan dokumen kepabeananan yang dibutuhkan. Sedangkan eksportir mengurus packing list, shipping instruction, delivery order, bill of lading / airwaybill , asuransi, manifest, dokumen kepabeanan, surat keterangan asal dan lain-lain.

4. Bea yang dikenakan

Bea masuk yang merupakan pungutan oleh negara pada barang-barang impor berdasarkan undang-undang pabean ini dapat dilihat kisarannya dalam BTKI (Buku Tariff Kepabeanan Indonesia). Menurut PMK No. 34/PMK.010/2017 tentang Pemungutan PPh Pasal 22 terdapat 1147 item yang dikenakan bea masuk biasanya diantaranya barang mewah, dan lain sebagainya. Namun bea masuk dapat dibebaskan apabila nilai impor kurang dari nilai FOB USD 75. Sedangkan bea keluar adalah pungutan negara yang dikenakan pada barang-barang ekspor. Pengenaan bea keluar biasanya terhadap barang mentah ataupun barang setengah jadi, seperti kayu, kulit, biji kakao, kelapa sawit, produk hasil pengelolaan mineral logam dan lain-lain.

5. Pemeriksaan Barang / Komoditi

Barang yang akan diekspor atau pun di impor akan dilakukan pemeriksaan fisik terhadap barang tersebut ataupun pemeriksaan dokumen barang-barang tersebut. Beda hal nya dengan barang ekspor, apabila sudah dilakukan pemeriksaan dokumen maupun fisik barang impor yang datang ke Indonesia akan dikelompokan penjalurang barang, yakni jalur merah, jalur kuning, jalur hijau, dan jalur MITA proritas maupun non-prioritas.

Pada hakikatnya kegiatan Jasa Export Import adalah kegiatan jual beli biasa. kegiatan membeli barang dari seseorang atau badan usaha di luar negeri disebut dengan kegiatan import. Sebaliknya Kegiatan menjual barang kepada seseorang atau badan usaha yang berada di luar negeri disebut kegiatan export.   . Sebagai penunjang di setiap kegitannya, ekspor dan impor memerlukan sebuah jasa import barang.

By | 2019-11-06T05:47:40+00:00 November 6th, 2019|export import|Comments Off on Perbedaan Export Dan Import
Hubungi CS Alindra Haqeem